Rabu, 21 Maret 2012

Etika & Profesionalisme dalam Teknologi Informasi

Etika

Dalam bahasa Yunani, etika berasal dari kata ”Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa latin, etika berasal dari kata “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan) serta menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Tujuan dari mempelajari etika adalah agar mengetahui konsep yang sama mengenai baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

Etika terdiri dari 2 bentuk, yaitu :

· Etika Umum yaitu etika yang membahas bagaimana seseorang bertindak secara etis.

· Etika Khusus yaitu penerapan moral dasar dalam bidang khusus, misalnya dalam bidang bisnis atau bidang lainnya.

Selain itu, etika juga terdiri dari 2 macam, yaitu :

· Etika Deskriptif adalah etika yang menelaah sikap dan perilaku seseorang sebagai sesuatu yang bernilai.

· Etika Normatif adalah norma-norma atau aturan yang berlaku di masyarakat dan menuntun seseorang agar bertindak baik.

Profesionalisme

Profesionalisme merupakan kualitas yang wajib dimiliki oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme adalah :

· Memiliki keterampilan dan kemahiran dalam suatu bidang

· Memiliki ilmu dan pengalaman dalam membaca situasi dan menganalisis masalah agar dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat

· Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga dapat mengantisipasi perkembangan lingkungan

· Bersikap mandiri dan terbuka dalam menyimak dan menghargai pendapat orang lain namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangannya


TSI

TSI (Teknologi Sistem Informasi) merupakan sistem pengolahan data menjadi informasi secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi atau sarana elektronis lainnya.

Etika & Profesionalisme TSI dibutuhkan agar mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi, menginvestasikan dan mendefinisikan etika dalam teknologi informasi serta agar mampu menemukan masalah dalam penerapan etika TSI.

Jadi dalam etika dan profesi dalam teknologi informasi yang pertama adalah harus dapat dipertanggung- jawabkan terhadap pekerjaan itu beserta hasilnya dan juga terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain. Kedua, etika profesi harus memberikan kepada siapa saja yang menjadi haknya. Yang terakhir, setiap professional mempunyai dan mendapatkan kebebasan dalam menjalankan profesinya, dapat disimpulkan bahwa Etika & Profesionalisme TSI adalah sikap/perilaku seseorang yang bekerja sesuai aturan/standar moral yang berlaku dalam teknologi sistem informasi.

sumber:
http://id.wikipedia.org
http://nadhiadisiini.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar